Grand final Sidang Paripurna Pansus Angket Century kali ini ricuh lagi. Eits, kali ini bukan adu jotos antar anggota dewan terhormat, tapi berupa celotehan nakal mereka.

Di awal sidang pukul 10.15 WIB, Rabu (3/3) suasana memang agak sedikit tegang, mengingat insiden yang terjadi kemarin banyak dikecam publik. Terlebih ketika forum dihujani interupsi, yang membuat sidang bertele-tele.

“Langsung sebut saja A, B, atau C, nggak usah panjang lebar deh,” ujar seorang anggota saat FPD mulai memaparkan pandangan akhir fraksi yang kebagian tampil pertama.

Giliran Fraksi Golkar tampil, celotehan mulai menggemaskan kuping hadirin. “Wah ini dia, berani nggak nih sebut C, ayo Golkar buktikan nyalimu!” suara di sebuah sudut mengiringi anggota FPG Ibnu Munzir ke podium.

Sahut-sahutan ini semakin aneh-aneh ketika FPG menyatakan opsi C dan penampilan FPDIP yang bergelora membakar seisi ruang paripurna. “Hidup Golkar!” riuh standing applause hadirin.

“Ketua lapar ketua, lapar! Kok nggak pada sholat dan makan sih? Yang nggak sholat jangan maksa orang nggak sholat juga dong!” keluh suara entah dari mana datangnya.

FPKS dengan lantang menyatakan memilih opsi C. Pernyataan itu langsung digoyang ‘komentator’ sidang paripurna. “Hidup PKS. PKS Partai Perjuangan Karya,” seloroh seorang anggota.

Cukup? Tentu tidak. Tiba giliran FPPP dan FPAN yang menyatakan opsi tidak jelas. “Huuuu PAN opsi B, Banci. Eko Patrio banci, hidup Amien Rais!” teriak beberapa anggota.

Lanjut ke FPKB yang menyatakan pandangan akhir yang memilih opsi A. “Kasihan Gus Dur. PKB Partai Kesetiakawanan Sahabat. Nggak Jelas, huuu,” teriakan jelas menggema.

Fraksi Partai Gerindra dan Hanura yang tampil paling buncit pun tak luput disindir. Ketika mereka menyatakan opsi C, masing-masing dihujani celetukan nakal anggota dewan.

“Batal jadi Menteri Pertanian nih Gerindra,” celetuk seorang anggota. inilah