Sebagai Menkominfo, Tifatul Sembiring relatif kontroversial. Dia pernah mengajukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) penyadapan dan pernah memberikan blackberry kepada beberapa wartawan yang ngepos di kantornya.

Yang paling terbaru, Tifatul berniat mengeluarkan Rancangan Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika mengenai konten multimedia. Sikap kontroversial Tifatul ini dinilai merugikan pemerintahan SBY yang selalu mencitrakan sebagai pemerintah yang bersih, anti korupsi dan pembela kebebasan pers.

Tapi, sebagian kalangan menilai sebaliknya. Kontroversial Tifatul itu justru dilakukan untuk membela SBY.

Dalam pandangan pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi, tidak dapat dipastikan apakah kontroversi Tifatul lahir dari instruksi SBY atau tidak. Yang jelas, kontroversi itu menjadi kontra produktif bagi pemerintahan SBY yang dicitrakan sebagai pemerintah yang bersih dan anti korupsi.

“Ini bermasalah. Isu RPP Penyadapan muncul ketika KPK baru saja mengalami kriminalisasi. Jadi, isi dan waktunya sangat kontroversial,” ujar Burhan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat yang lalu (Selasa, 16/2).

Burhan juga menduga ada agenda tersembunyi Tifatul di balik rancangan Permen mengenai konten multimedia. Seharusnya, hal semacam itu didiskusikan dahulu dengan berbagai pihak terkait. Jika tidak, bisa dianggap mendelegitimasi SBY.

“Itu jelas merugikan SBY,” tegas Burhan.

Atas dasar itulah, wajar jika sebagian kalangan di Demokrat merasa gerah terhadap sikap Tifatul.

“PKS akan dianggap mengambil keuntungan politik di dua kaki: di kabinet dan di parlemen,” kata Burhan. rakyatmerdeka

hehehehehee, lucu juga yak, atura kontroversial yang bisa mencoreng muka si BIG BOSS😆