Sekjen DPP Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan Pansus Angket Century sudah kehilangan arah dan terkesan panik karena tidak menemukan aliran dana Bank Century yang mengalir ke Partai Demokrat seperti yang dituduhkan selama ini.

“Tim Pansus telah disebar ke lima kota besar untuk mencari bukti kemana saja aliran dana Bank Century. Apa yang mereka dapat, ternyata nihil dan nol besar. Mereka seperti orang depresi karena sebelumnya merasa sudah berhasil meyesatkan opini bahwa Partai Demokrat ikut menikmati dana Bank Century,” katanya kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (14/2). Hasil itu kata Amir membuat anggota Pansus panik dan putus asa.

Dia mencontohkan pernyataan anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo sebagai gambaran kepanikan dan keputusasaan tersebut. Menurut Amir, dalam talkshow di sebuah stasion televisi swasta, Bambang kembali mengangkat persoalan pajak dari perusahaan Aburizal Bakrie yang dipersoalkan pemerintah dan isu reshuffle yang dikaitkan dengan Pansus.

“Karena panik dia mengeluarkan pernyataan yang tidak terkendali dan terkesan main fitnah. Kata dia, ada yang memberi iming-imingi duit puluhan miliaran. Tapi tidak dijelaskan siapa yang mengiming-imingkan seperti itu. Jadi saya melihat kayak orang depresi,” ujar Amir.

Dia juga mengritik kinerja Pansus yang belakangan sudah kehilangan arah dan tidak bisa membedakan lagi mana temuan penyimpangan sebelum dan sesudah bailout terjadi. Semuanya dicampuradukkan. Bahkan Pansus sudah menilai dan menyimpulkan sendiri hasil-hasil temuannya.

“Silahkan Pansus mengumpulkan semua data dan temuan yang dicurigai. Tapi jangan menilai dan menyimpulkan tetapi serahkan dulu kepada ahli yang berkompeten untuk menilai dan menyimpulkannya,” tegas Amir. rakyatmerdeka